Pertama ku bertemu dia,dia begitu sempurna di mataku. Postur tubuh tinggi dan besar sudah menjadi ciri khasnya. Aku hanya menjadi secret admirer nya saja. Belum berani berkenalan dengannya. Dia... Ya! Dia seorang manusia biasa tapi bagiku begitu indah hingga aku tak biasa menahan detak jantungku yang begitu cepat jika berpapasan dengannya. Untung saja,aku kenal dengan teman dekatnya,Gilang yang juga pacar dari sahabatku Lita. Aku sering menanyakan siapa namanya kepada Gilang saat kita bertiga duduk-duduk bersama di kantin sekolah. Oh,so awesome! ketika aku tau namanya. Edgar,itulah namanya. Cocok sekali dengan postur tubuhnya. Anak kelas XI yang jago bermain basket dan jago di pelajaran IPA itu.
Beberapa hari terakhir ini,aku tak pernah melihatnya lagi. Katanya sih,Edgar sedang mengalami kecelakaan. Ketika tau kabar itu dari Gilang,aku kaget dan merasa tak berkedip. Aku ingin menjenguknya tapi it's impossible for me. Aku saja hanya mengenal dia lewat teman dekatnya dan itupun dia tak tau. Aku sedih mendengar dia kecelakaan. Pasti dia lagi kesakitan banget yah. Luka dimana-dimana. Oh Tuhan,sembuhkan dia. Aku ingin melihatnya lagi. Melihat dia bermain basket lagi.
***
Hari ini,hari selasa. Seminggu sudah dia tak masuk sekolah. Kangen rasanya melihat dia. Kangen berpapasan dengannya dan kangen melihat dia bermain basket dengan gayanya yang sok cakep itu. Ketika pulang sekolah,Gilang dan Lita mengajakku menjenguknya di rumah sakit. Awalnya aku malu ingin bertemu dengannya tapi aku ingin bertemu dengannya dan berbicara dengannya. Aku putuskan ikut dengan Gilang dan Lita sore harinya.
Sesampainya di rumah sakit,
"selamat sore,Om Wisnu",sapa Gilang kepada Om Wisnu,ayahnya Edgar.
"Eh Gilang,ayo masuk",sapa dari Om Wisnu.
Kulihat Edgar terbaring tidur di tempat tidurnya. Luka dimana-dimana. Kaki dan tangannya mengalami patah tulang. Oh sungguh parah sekali keadaannya sekarang. Semoga saja dia bisa bermain basket seperti semula dan aku bisa melihatnya lagi. Aku mendekati tempat tidurnya,dan untung saja dia sudah terbangun dari tidurnya.
"Hai,Edgar",sapaku dengan senyuman.
"Hai. Kamu siapa ya?",tanya Edgar dengan wajah bingung.
"Aku Katrin. Temannya Gilang dan Lita"
"Oh,Katrin. Kamu yang sering berpapasan denganku saat di kantin bukan? haha"
"Hehe iya. Ah,ternyata kamu sudah tau aku"
"Iya dong hehe. Eh aku minta nomor hapemu deh",sambil memegang BlackBerry Onyx putihnya.
"Buat apa,Gar?" aku bertanya bingung.
"Buat temen smsan deh. Sekalian ya pin bbm kamu deh"
"Hm,oke deh. ini nomor hapeku 083890134xxx dan pinku 23ED5GH"
"Oke deh, Aku invite ya"
Senang rasanya bisa berbicara dengannya walau masih tahap perkenalan. Aku mendekati Lita. Dia sedang sibuk bercakap-cakap dengan Om Wisnu di sebelah kanan tempat tidur Edgar. Pukul 19.00,sudah 2 jam aku,Lita dan Gilang di rumah sakit. Kami pun pulang dari rumah sakit. Sedih rasanya aku meninggalkan Edgar. Tapi,tak apalah,kita sekarang udah bisa smsan dan bbman.
Dijalan yang ramai,aku hanya bisa melihat keluar kaca mobil Gilang sambil membayangkan wajah Edgar tadi.
"Kat,lo kok diem aja? Ngomong dong",kata Lita sambil melihat kepadaku yang sedang melamun.
"Iya tuh,si Katrin lagi nge-fly banget kayaknya abis ketemu Edgar haha",ejek Gilang.
"Kalian itu yaaa,gue biasa aja kok. Cuma lagi males ngomong aja hehe",jawabku dengan gugup.
"Parah lo,Kat. Tadi abis bicara apa aja sama Edgar lo?",tanya Lita
"Abis ngomong apaan yah lupa gue hehe."jawabku sambil ketawa.
"Katrin,Katrin",Gilang ikutan.
"Tau deh,terserah kalian aja. Pokoknya gue seneng bangetan haha",aku tersenyum.
Tiba dirumah,aku segera turun dan berpamitan dengan Lita dan Gilang. Aku langsung menuju kamarku dan membuka buku diary yang selama ini jadi temaot curhatku tentang Edgar.
***
Hari ini,Edgar masuk sekolah. Syukur banget ya. Sekarang udah beda banget. Kita sering bareng kalo ke kantin. Duduknya bukan bertiga lagi tapi berempat. Sharing bareng,jalan bareng,nonton bareng,semua kita lakuin bareng-bareng.
Keesokan harinya,tepat hari sabtu,Edgar tiba-tiba bm aku
Kat,ikut gue yuk nonton FD5 yang 3D. entar gue traktir lo deh. mau ya?
aku pun tak punya alasan lain dan aku langsung balas pesan bmnya itu. Oh Tuhan,malam minggu pertama bersama orang yang aku suka. Mimpi apa aku semalam ya Tuhan? Terima kasih sekali Tuhan. Anugerah-Mu terlalu indah bagiku.
20 menit kemudian,
suara mobil di depan rumah dan itu mobil Edgar. Aku langsung berpamitan pada Bunda dan Ayah yang sedang mengobrol di ruang tengah. Dengan mengenakan tanktop dan kemeja kotak-kotak berwarna hitam merah dan juga celana jeans beserta sepatu kesayanganku,Converse. Aku langsung masuk mobil Edgar. Deg-degan rasanya. Aku gugup bersamanya. Aku seperti sedang bermimpi. Tuhan,apakah ini nyata? Aku bersamanya,berdua.
"Kat,lo suka sepatu Converse?"
"Em,eh iya hehe. Kenapa,Gar?"
"Gak apa-apa kok. Kenapa lo gugup? Selow aja hehe"
dalam hati aku berkata,"iya Kat,selow aja. Anggap pacar lo aja. Anggap dia udah milik lo"
"Gak apa-apa kok,Gar hehe. Ohya,kita mau nonton dimana?"
"Di XXI dong,cantik. Gimana sih haha"
Ya Tuhan,Edgar bilang aku cantik? Aku tak bisa menggambarkan gimana senangnya aku saat itu.
"Oh,hehe"
Kita masuk area mall disekitaran kota Jakarta ini. Hm,rame banget sama orang-orang pacaran. Kita langsung ke XXI. Setelah mengantri selama 15 menit,akhirnya kita dapat 2 tiket untuk nonton. Yap,masuk ruangan bioskop. Aku senang sekali hari ini. Sudahlah lupakan kesenangan hatiku. Aku akan menikmati film ini bersama Pangeran Kodok ku ini.
*bersambung*
Beberapa hari terakhir ini,aku tak pernah melihatnya lagi. Katanya sih,Edgar sedang mengalami kecelakaan. Ketika tau kabar itu dari Gilang,aku kaget dan merasa tak berkedip. Aku ingin menjenguknya tapi it's impossible for me. Aku saja hanya mengenal dia lewat teman dekatnya dan itupun dia tak tau. Aku sedih mendengar dia kecelakaan. Pasti dia lagi kesakitan banget yah. Luka dimana-dimana. Oh Tuhan,sembuhkan dia. Aku ingin melihatnya lagi. Melihat dia bermain basket lagi.
***
Hari ini,hari selasa. Seminggu sudah dia tak masuk sekolah. Kangen rasanya melihat dia. Kangen berpapasan dengannya dan kangen melihat dia bermain basket dengan gayanya yang sok cakep itu. Ketika pulang sekolah,Gilang dan Lita mengajakku menjenguknya di rumah sakit. Awalnya aku malu ingin bertemu dengannya tapi aku ingin bertemu dengannya dan berbicara dengannya. Aku putuskan ikut dengan Gilang dan Lita sore harinya.
Sesampainya di rumah sakit,
"selamat sore,Om Wisnu",sapa Gilang kepada Om Wisnu,ayahnya Edgar.
"Eh Gilang,ayo masuk",sapa dari Om Wisnu.
Kulihat Edgar terbaring tidur di tempat tidurnya. Luka dimana-dimana. Kaki dan tangannya mengalami patah tulang. Oh sungguh parah sekali keadaannya sekarang. Semoga saja dia bisa bermain basket seperti semula dan aku bisa melihatnya lagi. Aku mendekati tempat tidurnya,dan untung saja dia sudah terbangun dari tidurnya.
"Hai,Edgar",sapaku dengan senyuman.
"Hai. Kamu siapa ya?",tanya Edgar dengan wajah bingung.
"Aku Katrin. Temannya Gilang dan Lita"
"Oh,Katrin. Kamu yang sering berpapasan denganku saat di kantin bukan? haha"
"Hehe iya. Ah,ternyata kamu sudah tau aku"
"Iya dong hehe. Eh aku minta nomor hapemu deh",sambil memegang BlackBerry Onyx putihnya.
"Buat apa,Gar?" aku bertanya bingung.
"Buat temen smsan deh. Sekalian ya pin bbm kamu deh"
"Hm,oke deh. ini nomor hapeku 083890134xxx dan pinku 23ED5GH"
"Oke deh, Aku invite ya"
Senang rasanya bisa berbicara dengannya walau masih tahap perkenalan. Aku mendekati Lita. Dia sedang sibuk bercakap-cakap dengan Om Wisnu di sebelah kanan tempat tidur Edgar. Pukul 19.00,sudah 2 jam aku,Lita dan Gilang di rumah sakit. Kami pun pulang dari rumah sakit. Sedih rasanya aku meninggalkan Edgar. Tapi,tak apalah,kita sekarang udah bisa smsan dan bbman.
Dijalan yang ramai,aku hanya bisa melihat keluar kaca mobil Gilang sambil membayangkan wajah Edgar tadi.
"Kat,lo kok diem aja? Ngomong dong",kata Lita sambil melihat kepadaku yang sedang melamun.
"Iya tuh,si Katrin lagi nge-fly banget kayaknya abis ketemu Edgar haha",ejek Gilang.
"Kalian itu yaaa,gue biasa aja kok. Cuma lagi males ngomong aja hehe",jawabku dengan gugup.
"Parah lo,Kat. Tadi abis bicara apa aja sama Edgar lo?",tanya Lita
"Abis ngomong apaan yah lupa gue hehe."jawabku sambil ketawa.
"Katrin,Katrin",Gilang ikutan.
"Tau deh,terserah kalian aja. Pokoknya gue seneng bangetan haha",aku tersenyum.
Tiba dirumah,aku segera turun dan berpamitan dengan Lita dan Gilang. Aku langsung menuju kamarku dan membuka buku diary yang selama ini jadi temaot curhatku tentang Edgar.
***
Hari ini,Edgar masuk sekolah. Syukur banget ya. Sekarang udah beda banget. Kita sering bareng kalo ke kantin. Duduknya bukan bertiga lagi tapi berempat. Sharing bareng,jalan bareng,nonton bareng,semua kita lakuin bareng-bareng.
Keesokan harinya,tepat hari sabtu,Edgar tiba-tiba bm aku
Kat,ikut gue yuk nonton FD5 yang 3D. entar gue traktir lo deh. mau ya?
aku pun tak punya alasan lain dan aku langsung balas pesan bmnya itu. Oh Tuhan,malam minggu pertama bersama orang yang aku suka. Mimpi apa aku semalam ya Tuhan? Terima kasih sekali Tuhan. Anugerah-Mu terlalu indah bagiku.
20 menit kemudian,
suara mobil di depan rumah dan itu mobil Edgar. Aku langsung berpamitan pada Bunda dan Ayah yang sedang mengobrol di ruang tengah. Dengan mengenakan tanktop dan kemeja kotak-kotak berwarna hitam merah dan juga celana jeans beserta sepatu kesayanganku,Converse. Aku langsung masuk mobil Edgar. Deg-degan rasanya. Aku gugup bersamanya. Aku seperti sedang bermimpi. Tuhan,apakah ini nyata? Aku bersamanya,berdua.
"Kat,lo suka sepatu Converse?"
"Em,eh iya hehe. Kenapa,Gar?"
"Gak apa-apa kok. Kenapa lo gugup? Selow aja hehe"
dalam hati aku berkata,"iya Kat,selow aja. Anggap pacar lo aja. Anggap dia udah milik lo"
"Gak apa-apa kok,Gar hehe. Ohya,kita mau nonton dimana?"
"Di XXI dong,cantik. Gimana sih haha"
Ya Tuhan,Edgar bilang aku cantik? Aku tak bisa menggambarkan gimana senangnya aku saat itu.
"Oh,hehe"
Kita masuk area mall disekitaran kota Jakarta ini. Hm,rame banget sama orang-orang pacaran. Kita langsung ke XXI. Setelah mengantri selama 15 menit,akhirnya kita dapat 2 tiket untuk nonton. Yap,masuk ruangan bioskop. Aku senang sekali hari ini. Sudahlah lupakan kesenangan hatiku. Aku akan menikmati film ini bersama Pangeran Kodok ku ini.
*bersambung*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar